Menhut Sebut Bujang Raba Jadi Contoh Keberhasilan Cegah Karhutla
Menhut Sebut Bujang Raba Jadi Contoh Keberhasilan Cegah Karhutla-foto :jpnn.com-
JAMBI.RADARLEBONG.ID - Kesadaran masyarakat bisa menjadi salah satu kunci menjaga hutan dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di di Bujang Raba, Jambi beberapa waktu lalu. Dia menyebut Bujang Raba di Jambi sebagai contoh keberhasilan masyarakat dalam menjaga hutan dari Karhutla.
“Jadi, di tengah kelelahan kami untuk menjaga hutan dari karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, ada semacam oase di Jambi,” ujar Menhut Raja Juli dalam siaran persnya, Rabu (30/9).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI itu mengatakan Bujang Raba dapat menjadi contoh bahwa pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan Karhutla. Dia menyebut adanya rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang berbasis di desa, dengan masyarakat peduli api sebagai bagian penting dalam menjaga hutan.
“Karena ada masyarakat peduli api di desa-desa—dan Bujang Raba adalah contohnya—jika masyarakat desanya diberdayakan dan diajak berpartisipasi bersama, maka hutan akan terjaga,” ucapnya. Selain pencegahan Karhutla, Bujang Raba juga menjadi kelompok perhutanan sosial pertama yang mendapatkan persetujuan untuk melakukan perdagangan karbon di sektor kehutanan.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 117 FIFA, Tanzania dan Libya Mulai Terkejar
Menhut Raja Juli mengatakan skema tersebut diarahkan agar manfaat karbon tidak hanya dinikmati konsesi besar, tetapi juga dapat diakses perhutanan sosial, masyarakat hukum adat, dan desa hutan yang menjaga kawasan. Dia menekankan pentingnya menggabungkan kesadaran masyarakat dengan penegakan hukum untuk mencegah aktivitas ilegal.
Menhut menegaskan terus bekerja sama dengan pihak penegak hukum dan meminta Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan kembali melakukan patroli bersama jika ditemukan pelanggaran.
“Jadi, kuncinya ada dua: kalau masyarakatnya berdaya, ada kesadaran, dan penegakan hukumnya berjalan lalu dikombinasikan, maka tidak akan ada lagi aktivitas ilegal,” ujarnya. Menhut mengatakan penanganan Karhutla di Jambi juga menunjukkan perkembangan positif berkat kerja sama pemerintah daerah dan Manggala Agni. Dia menyebut hotspot yang sebelumnya berjumlah ratusan, kini per tanggal 27 September tersisa lima titik hotspot. "Kami menekankan pentingnya gotong royong agar penanganan Karhutla di Jambi terus membaik," pungkas Menhut Raja Juli. (ddy/jpnn)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
