PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Kaspersky Temukan Situs Palsu Berkedok Promo iPhone 18, Data Pribadi Terancam Dicuri

 Kaspersky Temukan Situs Palsu Berkedok Promo iPhone 18, Data Pribadi Terancam Dicuri

Kaspersky menemukan situs palsu berkedok promo iPhone 18 dengan diskon hingga 25 persen-foto :jpnn.com-

RADARLEBONG.ID-Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan sejumlah situs web palsu yang menawarkan promosi fiktif iPhone 18 series. Situs-situs tersebut memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap perangkat terbaru Apple untuk menipu calon pembeli melalui penawaran harga murah dan skema pembelian yang tidak benar.

Temuan ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat mencari informasi maupun melakukan transaksi pembelian perangkat elektronik secara daring.

Senior Web Content Analyst Kaspersky, Olga Altukhova, mengatakan situs-situs penipuan tersebut dibuat menyerupai toko daring untuk meyakinkan calon korban. Pelaku menawarkan perangkat dengan harga dan skema pembelian fiktif guna mendorong pengguna melakukan transaksi serta menyerahkan informasi pribadi.

Menurut Olga, situs-situs tersebut ditemukan menggunakan sejumlah bahasa, di antaranya Inggris, Arab, dan Portugis.

BACA JUGA:Perbandingan iPhone 18 Pro vs iPhone 18 Pro Max: Mana yang Harus Anda Pilih?

"Selama bertahun-tahun, kami telah melihat munculnya berbagai penawaran penipuan yang bertepatan dengan peluncuran perangkat populer," ujar Olga Altukhova dalam siaran persnya, Minggu (27/9).

Salah satu situs palsu menawarkan iPhone 18 dengan potongan harga hingga 25 persen. Untuk meningkatkan kepercayaan calon pembeli, situs tersebut menampilkan informasi mengenai spesifikasi perangkat dan menyediakan berbagai metode pembayaran, termasuk menggunakan Bitcoin.

Tampilan yang dibuat menyerupai toko daring profesional tersebut berpotensi membuat calon korban tidak menyadari bahwa penawaran yang diberikan merupakan bagian dari upaya penipuan.

Selain itu, Kaspersky menemukan situs palsu yang secara khusus menyasar pengguna di Brasil. Situs tersebut menggunakan bahasa Portugis dan mencantumkan harga dalam mata uang Brasil.

Melalui situs tersebut, pengguna ditawari kesempatan melakukan pemesanan awal iPhone 18 Pro dengan berbagai pilihan warna dan kapasitas penyimpanan. Namun, beberapa pilihan warna yang dicantumkan disebut berbeda dari informasi yang diumumkan secara resmi oleh Apple.

Situs itu juga menawarkan skema pembayaran yang memungkinkan pembeli tidak perlu melunasi pembayaran di awal. Bahkan, pelaku menjanjikan pengembalian dana secara penuh apabila pesanan dibatalkan.

Skema tersebut diduga dirancang untuk meningkatkan kepercayaan calon pembeli agar bersedia melanjutkan proses pemesanan.

Dalam prosesnya, pengguna diminta mengisi sejumlah informasi pribadi, mulai dari nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal, hingga nomor kontak WhatsApp.

Olga mengingatkan bahwa informasi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku untuk melakukan rekayasa sosial atau social engineering. Dengan mengantongi data pribadi korban, penipu dapat menyusun berbagai modus untuk meyakinkan korban agar memberikan informasi tambahan atau melakukan tindakan tertentu yang merugikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: