Day Trading: Strategi, Risiko, Biaya, dan Teknologi yang Perlu Dipahami Trader Ritel
ilustrasi --
RADARLEBONG.ID-Day trading menuntut trader ritel mampu membaca pergerakan pasar dalam waktu singkat. Peluang transaksi bisa muncul dan menghilang dalam hitungan detik sehingga pemahaman terhadap pasar, strategi, manajemen risiko, serta pemanfaatan teknologi menjadi sejumlah faktor penting.
Elev8, broker contract for difference (CFD) global, menjelaskan bahwa day trading merupakan aktivitas membuka dan menutup posisi pada hari perdagangan yang sama. Trader biasanya menggunakan timeframe pendek untuk mencari peluang dalam jangka singkat dan dapat melakukan banyak transaksi dalam satu sesi perdagangan, termasuk dengan memanfaatkan leverage.
Instrumen dengan likuiditas tinggi seperti pasangan mata uang utama, saham berkapitalisasi besar, dan futures indeks kerap menjadi pilihan dalam aktivitas day trading. Likuiditas yang tinggi umumnya membuat spread bid-ask lebih sempit sehingga biaya transaksi dapat lebih rendah, terutama bagi trader yang melakukan transaksi dalam jumlah banyak.
Meski demikian, spread bukan satu-satunya biaya yang perlu diperhitungkan. Trader juga perlu memperhatikan komisi, biaya bursa, serta slippage atau perbedaan antara harga yang diharapkan dengan harga saat transaksi benar-benar dieksekusi.
BACA JUGA:3 Aplikasi Crypto dengan Fee Termurah di Indonesia 2026
Biaya tersebut dapat mengurangi keuntungan dari sebuah transaksi. Sebagai ilustrasi, transaksi sebanyak 1.000 saham yang menghasilkan keuntungan kotor USD 1.000 dapat menyisakan kurang dari USD 800 setelah memperhitungkan berbagai biaya dan slippage.
Manajemen Risiko dalam Day Trading
Selain strategi, manajemen risiko menjadi salah satu aspek penting dalam day trading. Kerugian yang besar membutuhkan persentase keuntungan yang lebih tinggi untuk mengembalikan nilai akun ke posisi semula.
Sebagai contoh, penurunan nilai akun sebesar 10 persen membutuhkan keuntungan sekitar 11,1 persen untuk kembali ke posisi awal. Sementara itu, apabila nilai akun turun hingga 50 persen, trader membutuhkan keuntungan sebesar 100 persen untuk memulihkan kerugian tersebut.
Karena itu, trader perlu menentukan batas kerugian yang dapat diterima sebelum membuka posisi. Penentuan ukuran posisi dan penggunaan batas kerugian menjadi bagian dari pengelolaan risiko agar satu transaksi tidak memberikan dampak berlebihan terhadap keseluruhan modal.
Mengenal Strategi Day Trading
Dalam praktiknya, terdapat beberapa pendekatan yang umum digunakan dalam day trading. Beberapa di antaranya adalah scalping, momentum trading, mean reversion, dan breakout trading.
Scalping berfokus pada perubahan harga dalam skala kecil dengan durasi transaksi yang sangat singkat. Trader berusaha memanfaatkan pergerakan kecil yang terjadi berkali-kali dalam satu sesi.
Sementara itu, momentum trading memanfaatkan pergerakan harga yang relatif kuat. Trader mencari instrumen yang menunjukkan momentum tertentu dan berupaya mengikuti arah pergerakan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
