Ducati Belum Tenang, Dall’Igna Soroti Grip Ban Belakang Marquez
Ducati Belum Tenang, Dall’Igna Soroti Grip Ban Belakang Marquez-foto :jpnn.com-
RADARLEBONG.ID-Marc Marquez memang sedang memegang kendali klasemen MotoGP 2026. Namun, posisi tersebut belum membuat Ducati merasa di atas angin.
General Manager Ducati Corse Gigi Dall’Igna melihat masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan timnya. Salah satunya berkaitan dengan performa motor ketika menghadapi karakter tertentu dari ban belakang.
"Kejuaraan belum selesai. Kami akan terus berusaha sampai seri terakhir karena masih ada cukup banyak balapan yang bisa mengubah keadaan," ucapnya. Marquez sendiri sedang berada dalam periode positif.
Kemenangan di Misano membuatnya memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan koleksi 274 poin, sama dengan milik Jorge Martin yang duduk di posisi kedua. Namun, Marquez berhak menempati posisi teratas karena sudah mengantongi lima kemenangan Grand Prix, sedangkan Martin baru satu kali finis pertama.
BACA JUGA:Shell Optimistis Bisnis Pelumas Tetap Prospektif di Tengah Lonjakan Mobil Listrik
Bukan Pengalaman Marquez yang Dicemaskan
Dall’Igna yakin Marquez memiliki pengalaman untuk menghadapi berbagai macam karakter sirkuit. Namun, insinyur mekani asal Italia itu merasa Ducati perlu memperbaiki daya cengkeram ban belakang. Dall’Igna mengakui timnya masih memiliki pekerjaan rumah ketika menggunakan konstruksi ban belakang yang lebih keras.
Situasi itu berpotensi kembali diuji pada sejumlah seri, termasuk Red Bull Ring, Mandalika, dan Phillip Island. "Kami memang masih harus meningkatkan kemampuan dalam menjaga grip belakang karena pada kondisi tertentu kami sedikit tertinggal," ucapnya. "Itu menjadi salah satu area yang sedang kami benahi meski saya tetap yakin dengan kemampuan tim." Dall’Igna juga tidak ingin membatasi persaingan gelar hanya kepada nama-nama tertentu yang sering diperbincangkan.
Menurutnya, siapa pun yang secara matematis masih memiliki peluang tetap harus diperhitungkan. "Selama peluang secara matematis masih terbuka, setiap pembalap tetap merupakan pesaing," tandasnya.
Kini, Marquez dan Ducati harus membuktikan bahwa posisi teratas di klasemen bukan sekadar momentum, melainkan awal dari perjalanan menuju gelar juara MotoGP 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
