Phishing Link dan Telepon Mencurigakan: Kenali Ciri-Cirinya agar Data Pribadi Tetap Aman
ilustrasi --
RADARLEBONG.ID-Phishing link dan telepon mencurigakan kini menjadi salah satu ancaman digital yang semakin sulit dikenali. Pesan WhatsApp dari nomor asing, panggilan yang mengaku berasal dari bank atau instansi resmi, hingga tautan dengan tampilan menyerupai situs terpercaya dapat menjadi jebakan untuk mencuri data pribadi.
Modus penipuan digital terus berkembang seiring meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan daring. Kini, pelaku tidak hanya mengirim pesan dengan tulisan mencurigakan, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi untuk membuat komunikasi terlihat lebih profesional dan meyakinkan.
Teknologi kecerdasan buatan atau AI generatif bahkan turut membuat modus penipuan menjadi semakin kompleks. Manipulasi suara, gambar, hingga video dapat digunakan untuk membangun kepercayaan korban. Karena itu, setiap orang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap phishing link dan telepon mencurigakan sebelum mengikuti instruksi yang diterima.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai pesan pribadi atau tautan yang sumbernya tidak jelas. Data pribadi, informasi rekening, kode OTP, PIN, dan kata sandi tidak boleh diberikan kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi.
BACA JUGA:7 Tanda-Tanda Stres yang Kerap Dialami Tubuh, Jangan Diabaikan
Cara Pelaku Membangun Kepercayaan Korban
Penipuan digital tidak selalu dimulai dengan permintaan data perbankan secara langsung. Pelaku biasanya lebih dahulu membangun rasa percaya dengan mengaku sebagai petugas bank, pegawai instansi pemerintah, perusahaan, kurir, atau pihak lain yang dikenal masyarakat.
Setelah korban merasa yakin, pelaku kemudian mengarahkan percakapan pada tindakan tertentu. Korban mungkin diminta membuka tautan, mengisi formulir, mengunduh aplikasi, memperbarui data, atau memberikan informasi pribadi.
Pola seperti ini sangat berbahaya karena korban dapat merasa sedang menjalankan prosedur resmi. Padahal, informasi yang diberikan dapat digunakan pelaku untuk mengambil alih akun, mengakses layanan keuangan, atau melancarkan penipuan lanjutan.
Karena itu, masyarakat tidak boleh langsung percaya hanya karena seseorang menggunakan nama, logo, atau identitas sebuah lembaga terkenal.
Ciri Phishing Link yang Perlu Diwaspadai
Phishing link biasanya dirancang menyerupai tautan situs resmi. Tampilan halaman dapat dibuat semirip mungkin agar pengguna tidak menyadari bahwa mereka sedang mengakses situs palsu.
Sebelum mengklik sebuah tautan, perhatikan beberapa ciri berikut:
Tautan dikirim dari nomor atau akun yang tidak dikenal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
