Kasus DBD Dekati 100, Wabup Lebong Minta Camat Hidupkan Gotong Royong
Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB, S.Sos., M.Si., menginstruksikan para camat di wilayah Kabupaten Lebong untuk lebih aktif mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan--
LEBONG.RADARLEBONG.ID – Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB, S.Sos., M.Si., menginstruksikan para camat di wilayah Kabupaten Lebong untuk lebih aktif mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu langkah yang ditekankan adalah kembali menghidupkan budaya gotong royong sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Imbauan tersebut disampaikan Wabup Bambang ASB menyikapi jumlah kasus DBD di Kabupaten Lebong yang terus menjadi perhatian. Hingga tahun 2026, kasus DBD di daerah itu dilaporkan telah mendekati angka 100 kasus.
"Pasalnya pencegahan DBD tidak cukup hanya dilakukan melalui pelayanan dan penanganan medis. Upaya memutus perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD juga harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal masyarakat," ungkapnya.
Lebih lanjut Wabup Bambang ASB, maka dari itu, ia meminta camat berkoordinasi dengan kepala desa dan lurah untuk mengajak warga melakukan kegiatan kebersihan secara rutin, khususnya membersihkan lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
BACA JUGA:Usulan Perbaikan Armada Damkar Lebong yang Rusak Belum Terealisasi
“Camat harus menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan. Jangan biarkan ada genangan air atau tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.
Lebih jauh Wabup Bambang ASB mengatakan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) perlu dilakukan secara berkelanjutan. Warga diminta memeriksa lingkungan sekitar rumah, tempat ibadah, sekolah maupun fasilitas umum lainnya yang memungkinkan menjadi tempat penampungan air.
Selain menjaga kebersihan, masyarakat juga diingatkan menerapkan pola 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan kembali atau membuang barang bekas yang berpotensi menampung air.
Bambang menegaskan, keberhasilan pencegahan DBD sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Menurutnya, gotong royong tidak hanya bermanfaat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk mengurangi risiko penularan penyakit.
“Pencegahan DBD merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan tenaga kesehatan tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” katanya.
Ditambahkan Wabup Bambang ASB, ia berharap kegiatan kebersihan lingkungan tidak hanya dilakukan saat kasus DBD mengalami peningkatan. Sebaliknya, gotong royong diharapkan menjadi kegiatan rutin di setiap desa dan kelurahan sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga sepanjang waktu.
Selain itu juga , ia meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, seperti demam tinggi secara tiba-tiba, sakit kepala, nyeri pada tubuh, atau keluhan lainnya.
"Kewaspadaan serta adanya kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat, kita optimistis potensi penyebaran DBD di Kabupaten Lebong dapat ditekan. Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan sehat," demikiannya.(bye)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
