Usulan Perbaikan Armada Damkar Lebong yang Rusak Belum Terealisasi
Satpol PP Lebong telah mengusulkan perbaikan armada damkar namun belum ada tindaklanjut.-foto :carles/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.ID- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebong telah mengusulkan perbaikan sejumlah armada mobil pemadam kebakaran (damkar) yang mengalami kerusakan kepada pihak terkait. Namun, hingga saat ini, usulan tersebut belum mendapat tindak lanjut.
Kepala Satpol PP Kabupaten Lebong, Drs. Ahmad Gozali, melalui Analis Kebakaran, Rifaldo Kurniawan, S.E., mengatakan pengajuan perbaikan armada yang rusak telah disampaikan. Namun, pihaknya belum memperoleh kepastian terkait realisasi perbaikan tersebut.
"Pengajuan perbaikan mobil yang rusak sudah kita sampaikan, akan tetapi sampai saat ini belum ada kabar atau kelanjutannya," ujar Rifaldo.
Rifaldo menjelaskan, saat ini hanya tiga unit mobil damkar yang masih aktif beroperasi. Satu unit ditempatkan di pos utama Kecamatan Amen, sedangkan dua unit lainnya disiagakan di Kecamatan Lebong Atas dan Kecamatan Lebong Sakti.
BACA JUGA:Update Terbaru Proses Evakuasi Korban Terbakar KMP Mutiara Sentosa 2
"Hanya tiga mobil damkar yang masih aktif beroperasi. Satu unit berada di pos utama Kecamatan Amen, sementara dua unit lainnya disiagakan di Kecamatan Lebong Atas dan Kecamatan Lebong Sakti," terangnya.
Kondisi tersebut membuat ketersediaan armada damkar di sejumlah wilayah masih terbatas. Khusus di pos utama Kecamatan Amen, dari empat unit mobil damkar yang tersedia, hanya satu unit yang masih dalam kondisi siap digunakan.
Sementara itu, untuk penanganan kebakaran di wilayah yang belum memiliki armada aktif, seperti Kecamatan Rimbo Pengadang dan Kecamatan Topos, petugas akan mengerahkan armada dari pos terdekat.
Jika kondisi membutuhkan tambahan armada, Satpol PP Kabupaten Lebong juga akan berkoordinasi dengan daerah tetangga untuk mendapatkan bantuan. Salah satunya dengan meminta bantuan armada pemadam kebakaran dari Kabupaten Rejang Lebong.
"Jika ada kebakaran di Rimbo Pengadang atau Topos, mobil dari pos terdekat akan dikerahkan. Kami juga kerap meminta bantuan dari Kabupaten Rejang Lebong jika dibutuhkan," jelasnya.
Menurut Rifaldo, idealnya setiap kecamatan di Kabupaten Lebong memiliki satu pos pemadam kebakaran yang dilengkapi dengan satu unit armada. Ketersediaan sarana tersebut dinilai penting agar respons terhadap kejadian kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.
Namun, penyediaan pos dan armada damkar di setiap kecamatan masih harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
"Sesuai aturan, seharusnya di setiap kecamatan terdapat pos dan mobil damkar tersendiri. Namun, hal tersebut tentu kembali lagi pada kondisi dan kemampuan anggaran daerah," pungkas Rifaldo.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
