PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

5 Tanaman Pencegah Banjir yang Berguna Saat Musim Hujan

5 Tanaman Pencegah Banjir yang Berguna Saat Musim Hujan

Pohon Pencegah Banjir-tangkapan layar -

 

RADARLEBONG.ID - Risiko bencana banjir sangat tinggi di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kondisi alam yang statis seperti geografis, topografis dan alur sungai.

Peristiwa alam yang dinamis serta curah hujan yang tinggi membuat permukaan air meluap dan tumpah melewati bibir sungai.

Selain itu masih banyak sekali penyebab banjir di Indonesia.

Ketika di musim penghujan resiko banjir pun semakin tinggi, jumlah jiwa yang terpapar risiko bencana banjir juga tersebar di beberapa pulau di Indonesia dengan jumlah melebihi 170 juta jiwa menurut data BNPB.

Lewat artikel ini kita pelajari tanaman pencegah banjir yang bisa kamu tanam di rumah. 

BACA JUGA:Cara Membuat Tanaman Lidah Mertua Cepat Bertunas

1. Pohon Pilang

 

Pilang atau kabesak adalah sejenis pohon dari suku Fabaceae (polong-polongan) penghuni savana dan hutan musim di daerah kering. Bertajuk menyerupai payung, pohon dengan kulit batang berwarna putih kekuningan ini sering tampak menyolok di tengah-tengah semak dan padang rumput. Sebutan lainnya di antaranya: opilan, pèlang dan kabesa Pepagan (kulit batang) pilang menghasilkan bahan penyamak (tanin) yang pada masa lalu banyak digunakan dalam industri pengolahan kulit hewan (terutama sapi dan kerbau). Kulit batang pilang mengandung tanin 11–20% (rata-rata 15%); kadar ini lebih tinggi pada pohon yang tua. Tanin dari pilang memberikan warna merah terang yang indah

 

2. Pohon Buah Sukun

 

Buah Sukun atau Artocarpus altilis adalah nama sejenis pohon yang berbuah. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk, yang mirip roti setelah dimasak atau digoreng. Karena itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai “buah roti”Sukun menyukai iklim tropis: suhu panas (20–40˚C), banyak hujan (2000–3000 mm pertahun) dan lembap (lengas nisbi 70–90%), dan lebih cocok di dataran rendah, di bawah 600 m dpl., meski dijumpai sampai sekitar 1500 m dpl. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: