Ditjen GTK Targetkan 113 Ribu Satuan Pendidikan Ikuti Pelatihan Koding dan AI Tahun Ini
Ditjen GTK Targetkan 113 Ribu Satuan Pendidikan Ikuti Pelatihan Koding dan AI Tahun Ini-foto :jpnn.com-
RADARLEBONG.ID-Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial atau PMKKA 2026 sebagai langkah mempercepat transformasi pembelajaran di sekolah.
Hal ini menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam memperluas akses peningkatan kompetensi guru, tenaga kependidikan, dan pendidikan guru agar semakin siap menghadapi kebutuhan pembelajaran di era digital dan kecerdasan artifisial.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Prof. Nunuk Suryani, M.Pd., menyampaikan bahwa PMKKA 2026 dirancang untuk memastikan guru tidak hanya memahami konsep Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata di ruang kelas.
"Pelatihan ini penting untuk membangun pembelajaran yang lebih berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Dengan pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu menghadirkan proses belajar yang sesuai dengan profil sosiokultural dan gaya belajar murid," tegasnya saat Peluncuran Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam dan Koding & Kecerdasan Artifisial di Jakarta, Kamis (9/7).
BACA JUGA:Surat Edaran Pemberhentian PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu 2026-2027 Resmi Terbit
Dia menyebutkan, pelatihan PMKKA 2026 menargetkan 113.349 satuan pendidikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21.089 satuan pendidikan tercatat sudah mengikuti pelatihan pada 2025. Ditjen GTK juga mencatat terdapat 361.232 pendidik dan tenaga kependidikan yang berpotensi mengikuti pelatihan PMKKA tahun ini.
Program ini akan diperkuat melalui 14.476 kelompok kerja guru berdasarkan jenjang dan mata pelajaran. Selain itu, sebanyak 692 Fasilitator Nasional 2026 dan 14.957 Fasilitator Nasional 2025 akan terlibat dalam pelaksanaan pelatihan PMKKA 2026.
Capaian program pada 2025 menjadi fondasi penting perluasan pelatihan tahun ini. Pada pelatihan Pembelajaran Mendalam, jangkauan sasaran telah mencapai 88 persen dari target 60.000 satuan pendidikan. Total pendidik dan tenaga kependidikan yang telah terlatih mencapai 186.160 orang, terdiri atas 133.351 guru dan 52.809 kepala satuan pendidikan.
Sementara itu, pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial mencatat capaian 97 persen dari target 55 ribu satuan pendidikan. Sebanyak 53.023 guru telah terlatih dalam pembelajaran KKA, dan 38 persen sekolah telah menerapkan KKA sebagai mata pelajaran pilihan.
"Pelatihan awal tersebut telah memberi bekal pemahaman dasar kepada guru untuk meningkatkan kepercayaan diri sebelum mengajar. Modul pelatihan juga dimanfaatkan sebagai acuan utama dalam menyusun rencana pembelajaran dan panduan mengajar," ungkapnya.
Pada 2026, mekanisme pelatihan PMKKA diperluas melalui beberapa jalur. Guru dapat mengikuti pembelajaran mandiri melalui Learning Management System Ruang GTK atau LMS RGTK, mempelajari modul, mengakses contoh dan panduan mata pelajaran, mengikuti video pembelajaran, serta memperoleh penguatan dari fasilitator melalui webinar.
Selain pelatihan mandiri, Ditjen GTK juga menyiapkan Diklat Bauran PMKKA di RGTK dan pelatihan reguler melalui kelompok kerja. Forum kelompok kerja seperti KKG, MGMP, KKKS, MKKS, PKG, maupun forum sejenis akan menjadi ruang kolaborasi aktif bagi guru untuk merancang pembelajaran yang mengintegrasikan prinsip Pembelajaran Mendalam.
Pelaksanaan pelatihan reguler juga akan memanfaatkan Hari Belajar Guru. Kebijakan ini bertujuan membangun budaya belajar sepanjang hayat agar guru semakin profesional, pembelajaran semakin berkualitas, dan dampaknya dirasakan langsung oleh murid.
“Hari Belajar Guru bertujuan membangun budaya belajar sepanjang hayat agar guru semakin profesional, pembelajaran semakin berkualitas sehingga berdampak pada murid,” ucap Dirjen GTK. Hari Belajar Guru dilaksanakan satu kali setiap minggu dengan tetap memastikan jadwalnya tidak mengganggu proses belajar-mengajar reguler.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
