Kelompok Tani Tak Aktif, Produksi Pangan Terancam
--
RADARLEBONG.ID-Pembinaan kelompok tani harus menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Lebong demi menciptakan petani yang produktif di bidang pangan serta modern.
Pasalnya, saat ini banyak kelompok tani yang tidak aktif, sehingga berdampak pada target produksi, terutama di subsektor pangan dan hortikultura. Oleh karena itu, pembinaan kelompok tani dinilai krusial untuk ditingkatkan.
Koordinator Penyuluh (Korlu) BPP Lebong Selatan, Reti Puspita, S.P., M.Si., mengatakan bahwa pembinaan kelompok tani memang sangat penting dan sejauh ini terus berjalan. Ia berharap para ketua kelompok tani di wilayah Kecamatan Lebong Selatan dapat aktif membina dan memotivasi anggotanya masing-masing.
"Apabila kelompok tani sudah bersatu dan bisa bersaing secara sehat, maka ketahanan pangan di Kabupaten Lebong, khususnya wilayah Kecamatan Lebong Selatan, akan aman. Jika pembinaan kelompok tani ditingkatkan, produksi bisa digenjot dan harga jual akan lebih stabil," ujarnya.
BACA JUGA:Seluruh Pemdes dan Pengurus BUMDes Diminta Segera Tuntaskan Laporan Kegiatan 2025
Ia menyebutkan bahwa jumlah kelompok tani di Lebong sangat banyak, namun sayangnya tidak sedikit yang tidak aktif akibat berbagai faktor. Padahal, jika kelompok tani ini sadar akan potensinya, merekalah yang paling diuntungkan, bukan pemerintah. Sebab, hasil panen tersebut sepenuhnya dinikmati oleh petani itu sendiri.
"Pembinaan kelompok tani tidak hanya berfokus pada sisi peningkatan produksi, tetapi juga harus difokuskan pada peningkatan kualitas SDM petaninya. Banyaknya kelompok tani yang tidak aktif umumnya dipengaruhi oleh kapasitas SDM yang belum memadai serta kurangnya respons atau keseriusan dari petani itu sendiri," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
