Kasus HIV di Lebong Tembus 20 Orang, Dinkes Warning Keras Bahaya Seks Bebas
ilustrasi , Waspada! Kasus HIV di Kabupaten Lebong Kini Tembus 20 Kasus-foto :freepik-
LEBONG.RADARLEBONG.ID-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong melansir data terbaru yang cukup mengejutkan terkait penularan penyakit mematikan di wilayahnya.
Hingga pertengahan tahun ini, angka akumulasi warga yang terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Lebong resmi menyentuh angka 20 kasus.
Merespons lonjakan data tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman, SKM, M.Si, gencar menggedor kesadaran kolektif publik.
Pihaknya mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat benar-benar menjauhi segala bentuk perilaku seks bebas maupun aktivitas menyimpang lainnya yang berisiko tinggi memicu penularan.
BACA JUGA:Cuaca Panas Mulai Landa Lebong, Hindari Buka Lahan dengan Membakar!
"Memang di Kabupaten Lebong dari beberapa bulan lalu kasus HIV di sini bertambah menjadi 20 kasus atau orang yang terjangkit HIV," ungkap Rachman, Jumat (5/6/2026).
Rachman memastikan bahwa seluruh pasien yang masuk dalam daftar 20 kasus tersebut sudah melewati tahapan screening (penapisan) secara menyeluruh dari tim medis.
Saat ini, para penderita dipastikan berada dalam pengawasan berkala dan rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) yang diambil dari fasilitas kesehatan (faskes) terdekat demi menjaga imunitas tubuh mereka.
Kendati pengobatan berjalan, Rachman menegaskan bahwa hulu dari pencegahan ini berada pada gaya hidup masyarakat itu sendiri.
Ia meminta warga membentengi diri dari penggunaan jarum suntik secara berulang atau tidak steril yang biasanya marak pada penyalahgunaan narkoba maupun pembuatan tato ilegal.
"Kita imbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan seks bebas, penggunaan jarum suntik berulang ataupun hal lainnya yang bisa menyebabkan penularan penyakit tersebut," tegas Rachman menyudahi keterangannya.
Sebagai informasi tambahan untuk edukasi publik, HIV sendiri merupakan jenis virus berbahaya yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara menginfeksi dan menghancurkan sel darah putih (sel CD4).
Akibatnya, daya tahan tubuh penderita akan merosot drastis hingga rentan terserang berbagai komplikasi penyakit berat yang mematikan.
Penularan virus ini murni terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh tertentu milik penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan rektal, serta Air Susu Ibu (ASI).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
