PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Cuaca Panas Mulai Landa Lebong, Hindari Buka Lahan dengan Membakar!

Cuaca Panas Mulai Landa Lebong, Hindari Buka Lahan dengan Membakar!

ilustrasi , Cuaca Panas Mulai Landa Lebong, Hindari Buka Lahan dengan Membakar!-foto : freepik-

LEBONG.RADARLEBONG.ID- Cuaca panas mulai terasa di sejumlah wilayah Kabupaten Lebong setelah berbulan-bulan diguyur hujan sejak awal tahun 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebong pun mengingatkan warga agar tidak lengah, karena risiko kebakaran ikut meningkat seiring dengan mulai mengeringnya vegetasi.

Perubahan cuaca ini mulai dirasakan masyarakat di beberapa kecamatan. Wilayah seperti Kecamatan Rimbo Pengadang, Kecamatan Lebong Selatan, dan Kecamatan Lebong Atas kini mengalami suhu yang lebih panas dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius BPBD Kabupaten Lebong. Pasalnya, daerah-daerah tersebut tercatat pernah mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Harus Memutar 3 Kilometer, Nestapa Warga Lebong Pasca Jembatan Putus Diterjang Banjir

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebong, Saprul, mengatakan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan api, baik di dalam rumah maupun saat beraktivitas di kebun.

“Penggunaan api harus benar-benar diperhatikan. Saat memasak di dapur misalnya, pastikan kompor dalam kondisi aman dan tidak ditinggalkan dalam keadaan menyala. Begitu juga saat berada di kebun, jangan meninggalkan bara api atau melakukan pembakaran sembarangan,” ujar Saprul.

Menurutnya, pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu faktor utama pemicu kebakaran saat cuaca panas mulai berlangsung. Risiko ini akan semakin besar ketika rerumputan dan semak-semak mulai mengering akibat berkurangnya curah hujan.

Oleh karena itu, para pemilik lahan diminta untuk menghindari aktivitas pembakaran terbuka. Kebakaran kecil yang luput dari pengawasan dapat dengan cepat menjalar ke area lain, terutama di lahan yang dipenuhi oleh vegetasi kering.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD terus memantau perkembangan cuaca di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait lainnya tetap intens dilakukan guna mengantisipasi munculnya titik-titik rawan kebakaran.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kejadian besar yang dipicu oleh cuaca panas. Namun, BPBD menilai masa peralihan musim ini perlu mendapat perhatian khusus karena sering menjadi periode rawan munculnya kebakaran lahan maupun kebakaran permukiman akibat kelalaian dalam penggunaan api.

Terakhir, masyarakat juga diminta untuk segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pemantauan berkala akan terus dilakukan seiring perkembangan kondisi cuaca dalam beberapa pekan ke depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait