PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Meski Kurs Rupiah Melemah,Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tetap Aman

Meski Kurs Rupiah Melemah,Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tetap Aman

Meski Kurs Rupiah Melemah,Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tetap Aman-foto :jpnn.com-

RADARLEBONG.ID-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite dan Biosolar tidak akan naik walau kurs dolar AS terhadap rupiah tembus angka Rp 17.877 per USD.

“Untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan (tidak naik hingga akhir tahun),” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/5) melansir dari jpnn.com

Selain harga, Yuliot juga menyampaikan  stok BBM pun aman, bahkan berada di atas cadangan minimal.  Adapun standar minimal stok operasional nasional berada di angka 23 hari.

“Misalkan untuk Pertalite itu jauh di atas cadangan minimal, dan juga untuk solar CN48 itu juga di atas cadangan minimal,” kata Yuliot. Untuk pasokan BBM nonsubsidi, Yuliot juga menyampaikan ketersediaannya cukup secara nasional. 

Dalam menghadapi kurs rupiah yang melemah terhadap dolar AS, Yuliot mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi minyak di dalam negeri.  Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan kilang di dalam negeri.

“Produksi di dalam negeri kami dorong untuk peningkatan, kilang di dalam negeri pun itu juga kami sudah siapkan,” ujar Yuliot.

Nilai tukar rupiah kini menembus level psikologis baru di kisaran Rp 17.700-Rp 17.800 per USD.  Padahal, suku bunga acuan (BI-Rate) telah dinaikkan 50 basis poin (bps) ke level 5,25 persen demi memperkuat stabilisasi rupiah.

Berdasarkan Kurs Transaksi Bank Indonesia yang diakses dari Jakarta, Jumat, kurs dolar AS terhadap rupiah tembus Rp 17.877 per USD. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan meskipun rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar USD 117,31 per barel, harga BBM bersubsidi tetap aman.

Bahlil merujuk kepada rata-rata harga minyak mentah Indonesia dari Januari 2026 yang belum menyentuh batas USD 100 per barel.

“Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar USD 80–81 dari Januari sampai sekarang. Jadi, belum sampai USD 100,” kata Bahlil.

Oleh karena itu, Bahlil kembali menekankan bahwa harga BBM bersubsidi masih aman hingga akhir 2026.

“Insyaallah sampai akhir tahun,” ujar Bahlil.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: