Cara Fermentasi Kotoran Kambing Yang Bau Bisa Jadi Pupuk Subur
Fermentasi Kotoran Kambing -tangkapan layar -
RADARLEBONG.ID - Fermentasi kotoran kambing kini semakin dilirik sebagai cara praktis mengubah limbah ternak menjadi pupuk organik yang lebih berguna.
Proses ini membantu menekan bau, mengurangi patogen, dan meningkatkan kandungan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
Pupuk kandang kambing memang tidak bisa diperlakukan sembarangan karena unsur haranya sangat bervariasi.
Perbedaan itu dipengaruhi oleh jenis hewan, usia, makanan, alas kandang, hingga cara penyimpanan sebelum diolah.
BACA JUGA:Suzuki XL7 Hybrid 2026 Mulai Rp291 Jutaan, Irit BBM
Kotoran kambing yang digunakan sebaiknya masih segar dan bebas dari bahan kimia atau pestisida. Bahan lain yang dibutuhkan adalah mikroorganisme pengurai seperti EM4 atau MOL, air bersih, gula merah atau molase, serta sekam padi atau jerami. Setiap bahan punya fungsi yang jelas dalam proses fermentasi. Sekam padi atau jerami membantu memperbaiki struktur campuran dan mengurangi bau, sementara gula merah atau molase menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme.
Kotoran kambing dicampur lebih dulu dengan sekam padi atau jerami agar aerasi lebih baik. Setelah itu, gula merah atau molase ditambahkan, lalu air secukupnya dimasukkan supaya campuran tetap lembab.
Tahap berikutnya adalah menuangkan EM4 atau MOL ke dalam adonan kotoran kambing. Campuran harus diaduk rata agar mikroorganisme tersebar merata dan dapat mengurai bahan organik secara optimal. Setelah tercampur, bahan disimpan dalam wadah tertutup seperti tong plastik atau karung. Lokasinya perlu gelap, terlindung dari hujan, tetapi tetap memiliki ventilasi yang baik.
Fermentasi umumnya berlangsung 2-4 minggu, tergantung suhu dan kelembaban lingkungan. Selama masa itu, campuran perlu diaduk setiap 3-5 hari agar proses berjalan merata dan pembusukan bisa dicegah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
