PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Kondisi Terkendali, Dinkes Lebong Minta Warga Tetap Waspada Penyakit Pascabanjir

Kondisi Terkendali, Dinkes Lebong Minta Warga Tetap Waspada Penyakit Pascabanjir

Kondisi Terkendali, Dinkes Lebong Minta Warga Tetap Waspada Penyakit Pascabanjir-foto :amri rakhmatullah/radarlebong-

LEBONG.RADARLEBONG.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong memastikan belum ditemukan adanya peningkatan signifikan kasus wabah penyakit pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong pada 7 Mei lalu.

Meski kondisi saat ini dinilai masih terkendali, pemantauan kesehatan masyarakat di daerah terdampak banjir tetap dilakukan secara intensif guna mengantisipasi munculnya penyakit menular yang berpotensi berkembang setelah bencana.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, Rachman, SKM, M.Si, mengatakan pihaknya sejak awal telah menerjunkan tim kesehatan ke sejumlah lokasi terdampak banjir.

Tim tersebut bertugas melakukan surveilans kesehatan, pemeriksaan kondisi masyarakat, hingga pemantauan lingkungan yang berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit.

BACA JUGA:Lebong Kembali Dapat Bantuan Sapi Qurban dari Presiden Prabowo Seberat 1,2 Ton

"Sejauh ini kami belum menemukan adanya lonjakan kasus penyakit menular yang signifikan di wilayah terdampak banjir. Namun pemantauan dan pengawasan tetap terus dilakukan agar kondisi tetap terkendali," ujar Rachman.

Menurutnya, pascabanjir merupakan masa yang cukup rawan terhadap munculnya berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan sanitasi dan kualitas lingkungan. Karena itu, Dinkes Lebong memberikan perhatian khusus terhadap kondisi air bersih, kebersihan lingkungan, serta kesehatan masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak banjir.

Rachman menjelaskan, beberapa jenis penyakit yang menjadi fokus pengawasan di antaranya diare, demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran pernapasan, hingga penyakit kulit akibat paparan air kotor dan lingkungan yang lembab. Penyakit-penyakit tersebut umumnya rentan muncul setelah terjadinya banjir apabila sanitasi lingkungan tidak segera ditangani dengan baik.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, petugas juga melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. Warga diimbau untuk memastikan air yang digunakan tetap bersih, menjaga kebersihan makanan, serta menghindari genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Kami terus mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah banjir. Sanitasi yang baik sangat penting untuk mencegah munculnya berbagai penyakit," jelasnya.

Dinkes Kabupaten Lebong juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat yang bergerak bersama melakukan pembersihan material sisa banjir. Menurut Rachman, aksi gotong royong tersebut sangat membantu dalam mempercepat pemulihan kondisi lingkungan sekaligus meminimalkan risiko penyebaran penyakit.

Ia menilai kesadaran masyarakat untuk segera membersihkan rumah dan lingkungan sekitar setelah banjir menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan warga. Semakin cepat proses pembersihan dilakukan, maka semakin kecil potensi berkembangnya bakteri, virus, maupun vektor penyakit lainnya.

"Peran masyarakat sangat besar dalam mencegah wabah pascabanjir. Kami mengapresiasi warga yang langsung membersihkan lingkungan masing-masing sehingga kondisi kesehatan tetap terjaga," tambahnya.

Meski belum ditemukan kasus luar biasa (KLB), Dinkes Lebong tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan pribadi maupun keluarga. Warga yang mengalami gejala seperti demam tinggi, diare, muntah, gatal-gatal, maupun keluhan kesehatan lainnya diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: