Bencana Longsor Jalan Lebong-Curup Mengancam Pengendara
Bencana Longsor Jalan Lebong-Curup Mengancam Pengendara --
LEBONG.RADARLEBONG.ID - Bencana Longsor Jalan Lebong-Curup Mengancam Pengendara menyusul longsor terjadi di Desa Tik Kuto, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 16.30 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan akses Jalan Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Lebong dan Kabupaten Rejang Lebong tertutup total oleh material tanah dan bebatuan dari tebing sekitar lokasi kejadian.
Longsor diduga kuat dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa waktu sebelum kejadian.
Kondisi tanah yang labil di lereng tebing membuat material tanah serta batuan mudah terlepas dan akhirnya menimbun badan jalan utama yang menjadi jalur vital penghubung antarwilayah.
BACA JUGA:Jalan Lebong-Curup Baru Akan Mulus Menunggu Pinjaman Bank BJB
Material longsor yang menutup jalan dilaporkan cukup besar dengan estimasi lebar sekitar 6 meter, tinggi mencapai 10 meter, dan panjang timbunan kurang lebih 30 meter. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas sama sekali, sehingga jalur transportasi sempat lumpuh total.
Peristiwa tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama dalam hal mobilitas warga serta distribusi barang dan jasa antar kabupaten. Sejumlah pengguna jalan terpaksa berhenti dan menunggu di lokasi sekitar hingga dilakukan penanganan oleh petugas. Meski demikian, hingga laporan ini disusun, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Lebong,Saprul, SE, menyampaikan setelah mendapat laporan pihaknya segera mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Tim gabungan juga langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat guna memastikan penanganan berjalan cepat dan terarah.
Selain BPBD, sejumlah instansi lain turut terlibat dalam proses penanganan, baik Dinas PUPR Provinsi Bengkulu dan Dinas PUPR Kabupaten Lebong yang menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor dari badan jalan. Aparat TNI dan Polri juga dikerahkan untuk membantu pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
"Selain penanganan fisik di lapangan, tim gabungan juga melakukan assessment dan pendataan dampak longsor untuk menentukan langkah lanjutan. Petugas di lapangan juga melakukan pengaturan lalu lintas secara ketat untuk mencegah kemacetan dan potensi kecelakaan di sekitar area longsor," jelas Saprul.
Hingga Minggu (17/5), proses pembersihan material tanah dan lumpur masih terus berlangsung. Kondisi jalan saat ini masih belum sepenuhnya normal dan diberlakukan sistem buka tutup untuk kendaraan yang melintas secara terbatas.
"Petugas gabungan juga masih siaga di lokasi untuk melakukan pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan," tambahnya.
Menurutnya, Kondisi cuaca saat ini masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Untuk itu, Tim di lapangan mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Selain itu, Pemerintah daerah juga terus berupaya mempercepat proses normalisasi jalur agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan seperti biasa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
