PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Rupiah Melemah dan Minyak Dunia Melonjak, Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Bakal Naik

Rupiah Melemah dan Minyak Dunia Melonjak, Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Bakal Naik

ilustrasi Rupiah Melemah dan Minyak Dunia Melonjak, Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Bakal Naik-foto :jpnn.com-

JAKARTA.RADARLEBONG.ID - Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS (USD) terus melemah dan menembus Rp17.529 per USD. Kondisi tersebut dinilai juga bakal berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut pakar ekonomi dan bisnis Universitas Hasanuddin, Profesor Hamid Paddu, pelemahan kurs Rupiah sangat berpengaruh terhadap bahan baku impor, termasuk BBM nonsubsidi.

Pasalnya, Indonesia merupakan net importir minyak sejak 2004. Produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencapai 1,6 juta barel per hari. Sementara, produksi Indonesia hanya 650 ribu barel per hari.

“Nah, impor tentu dibeli dengan nilai mata uang, valuta asing, dalam hal ini Dollar AS. Makanya, nilai tukar sangat mempengaruhi harga BBM,” kata Hamid. 

Hamid menjelaskan, baik nilai tukar mata uang maupun harga minyak dunia, saat ini sudah melebihi asumsi APBN. Dalam APBN 2026, asumsi nilai tukar adalah Rp16.500 per USD.

Sedangkan harga minyak dunia yang saat ini USD105 per barel, jauh di atas asumsi APBN yaitu USD70 per barel. “Berarti untuk impor, beban energi minyak

Karena itu Hamid menilai sangat wajar jika Pertamina akan kembali menaikkan harga BBM.  Apalagi Hamid memprediksi, bahwa pelemahan mata uang Rupiah masih akan terus berlangsung hingga akhir tahun.

“Itu otomatis, karena ini kan market. Jadi harga jual BBM nonsubsidi tidak dicampuri Pemerintah. Sejak lima tahun lalu, badan usaha swasta dan Pertamina selalu menyesuaikan harga BBM Non Subsidi dengan harga pasar. Jadi begitu bahan bakunya naik, dia harus menaikkan BBM,” sebut Hamid.

Bahkan Hamid mengatakan, jika badan usaha termasuk Pertamina tidak menaikkan harga BBM nonsubsidi, justru akan berdampak sangat besar terhadap kondisi finansial BUMN tersebut.

”Makanya sekian tahun tidak pernah ada gejolak kalau harga BBM nonsubsidi berubah. Masyarakat sudah tahu bahwa BBM nonsubsidi sesuai mekanisme pasar. Kalau naik harga bahan bakunya, BBM-nya juga naik,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: