HMT ITB Meminta Maaf Terkait Viral Video Lagu 'Erika' dengan Lirik Vulgar
HMT ITB Meminta Maaf Terkait Viral Video Lagu 'Erika' dengan Lirik Vulgar--
RADARLEBONG.ID-Viral di media sosial Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (HMT ITB) menyanyikan lagu Erika yang memiliki lirik vulgar. Lagu yang dibuat di era 1980-an ini diketahui dinyanyikan HMT ITB dalam acara Orkes Semi Dangdut (OSD) HMT ITB.
OSD merupakan salah satu unit kegiatan dalam lingkup HMT ITB sejak 1970-an. HMT ITB menyampaikan permohonan maaf atas beredarnya lagu dengan lirik vulgar berjudul Erika.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik,” tulis HMT ITB, dikutip akun Instagram @yudhabumi, Kamis (16/4).
HMT ITB mengaku sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan.
"Kami menyadari bahwa merupakan sebuah kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini," tulis HMT lebih lanjut.
HMT ITB mengakui konten mereka menyanyikan lagu Erika tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan.
Konten ini juga tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun. Sebagai langkah lanjutan, HMT ITB berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk segera menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi HMT-ITB.
Pihaknya juga menghapus konten dari akun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video pada 2020 yang beredar di masyarakat.
"Kami melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa,” tegas HMT ITB.
HMT ITB juga meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: genpi.co
