PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Lebong Dorong Sistem Pelaporan Bencana Berbasis Digital

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Lebong Dorong Sistem Pelaporan Bencana Berbasis Digital

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Lebong Dorong Sistem Pelaporan Bencana Berbasis Digital--

LEBONG.RADARLEBONG.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong terus memperkuat sistem mitigasi dan respons bencana dengan mendorong seluruh camat, lurah, hingga kepala desa (kades) untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pelaporan kondisi di lapangan.

Melalui portal pengaduan yang telah disediakan pemerintah daerah, perangkat wilayah diminta aktif menyampaikan informasi terkait gejala maupun potensi bencana secara cepat dan akurat.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi cuaca yang semakin tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah wilayah di Kabupaten Lebong diketahui rawan mengalami bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Dengan sistem pelaporan berbasis teknologi, pemerintah berharap dapat melakukan deteksi dini sehingga langkah penanganan bisa dilakukan sebelum dampak bencana meluas.

BACA JUGA:Ini Langkah Pemprov Bengkulu untuk Atasi Banjir di Lebong, Simak

Bupati Lebong, H. Azhari SH, MH, menegaskan bahwa camat, lurah, dan kepala desa memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam sistem peringatan dini bencana. Menurutnya, informasi awal dari lapangan menjadi kunci utama dalam menentukan kecepatan dan ketepatan respons pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia meminta agar setiap indikasi bencana segera dilaporkan tanpa penundaan.

"Jika ada tanda-tanda seperti curah hujan tinggi, debit air sungai meningkat, atau pergerakan tanah, segera laporkan. Jangan menunggu kejadian besar. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan," ujar Azhari.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sistem komunikasi yang aktif dan responsif di tingkat desa dan kelurahan. Hal ini dapat dilakukan melalui pembentukan grup koordinasi maupun pemanfaatan sistem informasi berbasis digital yang terintegrasi dengan instansi terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurutnya, Pemanfaatan teknologi tidak hanya mempercepat proses pelaporan, tetapi juga meningkatkan kualitas data yang diterima pemerintah daerah. 

"Dengan adanya dokumentasi berupa foto, video, serta titik lokasi berbasis GPS, analisis kondisi di lapangan dapat dilakukan dengan lebih akurat sebelum tim diterjunkan," tambanya. 

Selain itu, Pemkab Lebong juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas aparatur di tingkat desa dan kecamatan melalui pelatihan penggunaan teknologi informasi. Program ini direncanakan akan mencakup pemahaman teknis penggunaan portal pengaduan, pengolahan data, hingga koordinasi lintas sektor dalam situasi darurat.

Bupati Azhari berharap, dengan keterlibatan aktif seluruh perangkat wilayah, potensi kerugian akibat bencana dapat diminimalisir. Tidak hanya itu, keselamatan masyarakat juga diharapkan lebih terjamin melalui langkah-langkah antisipasi yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.

"Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan desa akan terus diperkuat guna membangun sistem penanggulangan bencana yang modern dan berbasis data. Dengan demikian, Kabupaten Lebong diharapkan mampu menjadi daerah yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang," tutup Bupati. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait