Empat CJH Asal Lebong, Dipastikan Siap Berangkat 25 April 2026
Empat CJH Asal Lebong, Dipastikan Siap Berangkat 25 April 2026-foto :dok/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.ID - Menjelang musim haji tahun 2026, sebanyak empat Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten LEBONG dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada 25 April 2026.
Kepastian ini diperoleh setelah seluruh jamaah menyelesaikan berbagai tahapan persiapan yang meliputi aspek administrasi, kesehatan, serta pemahaman ibadah haji.
Keberangkatan CJH tersebut menjadi bagian dari agenda tahunan penyelenggaraan ibadah haji yang difasilitasi pemerintah. Dalam prosesnya, para jamaah diwajibkan mengikuti sejumlah tahapan penting guna memastikan kesiapan secara menyeluruh.
Persiapan ini tidak hanya bertujuan untuk kelancaran perjalanan, tetapi juga untuk menjamin para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk di Tanah Suci.
BACA JUGA:Pemerintah Berencana Terapkan Skema 'War Ticket' Ibadah Haji, Wamenhaj Jelaskan Skemanya!
Kakan Kemenag Lebong, Arief Azizi, S. Ag, MH, melalui Kasi Haji Kemenag Lebong, Leni Marlena, S.Ag, menyampaikan berbagai rangkaian kegiatan telah diikuti oleh para CJH asal Lebong. Di antaranya adalah sosialisasi keberangkatan, bimbingan manasik haji, serta pembekalan teknis terkait pelaksanaan ibadah.
"Dalam pelaksanaan manasik, jamaah diberikan pemahaman mendalam mengenai rukun dan wajib haji, tata cara pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah, hingga simulasi pelaksanaan ibadah di lapangan," ujarnya.
Selain itu, aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam persiapan CJH tahun ini. Seluruh jamaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh guna memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan riwayat kesehatan, tes kebugaran, serta penilaian kemampuan fisik untuk menjalani rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga.
"Para jamaah juga telah menerima vaksinasi sebagai syarat wajib perjalanan internasional," jelasnya.
Tak hanya itu, para CJH juga mengikuti manasik kesehatan haji yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Dalam kegiatan tersebut, jamaah diberikan edukasi terkait pola hidup sehat, manajemen energi selama ibadah, serta langkah-langkah pencegahan penyakit yang berpotensi muncul selama berada di Tanah Suci. Edukasi ini dinilai penting mengingat perbedaan cuaca dan aktivitas fisik yang cukup tinggi selama pelaksanaan ibadah haji.
Sebagai bentuk dukungan, para CJH juga telah menerima perlengkapan keberangkatan seperti koper, seragam, serta berbagai kebutuhan lainnya. Perlengkapan ini disiapkan untuk menunjang kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah, sekaligus memudahkan identifikasi dan koordinasi antarjamaah dalam satu kelompok," tambahnya.
Lebih lanjut, pihaknya terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kesiapan jamaah hingga hari keberangkatan. Ia berharap seluruh proses dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti, baik saat keberangkatan, pelaksanaan ibadah, maupun saat kepulangan ke tanah air.
"Harapan kami, seluruh CJH selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah. Semoga para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat serta menjadi haji yang mabrur," ujarnya.
Di sisi lain, jumlah CJH asal Kabupaten Lebong pada awalnya tercatat sebanyak enam orang. Namun, dua jamaah memutuskan untuk menunda keberangkatan ke tahun berikutnya. Keputusan tersebut diambil karena keduanya masih dalam masa pemulihan pasca menjalani operasi, sehingga memerlukan waktu tambahan untuk memastikan kondisi kesehatan benar-benar stabil sebelum berangkat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
