Ini Langkah Pemprov Bengkulu untuk Atasi Banjir di Lebong, Simak
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memastikan penanganan banjir dengan melakukan normalisasi aliran sungai air kotok.--
LEBONG.RADARLEBONG.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan akan segera melakukan peningkatan pembangunan tembok penahan arus di Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Kotok yang berada di Desa Nangai Amen, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut akibat meluapnya debit air sungai, terutama saat curah hujan tinggi.
Permasalahan ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi dan pemerintah daerah karena kondisi tembok penahan arus yang ada saat ini dinilai sudah tidak mampu lagi menampung volume air.
Aliran Sungai Air Kotok yang melintasi permukiman warga membuat Desa Nangai Amen menjadi salah satu titik rawan banjir bandang. Setiap kali terjadi peningkatan debit air, luapan sungai kerap merendam rumah warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:Tiga Hari Pasca Bencana Banjir Bandang Lebong, Kapolda Bengkulu Temui Warga dan Berikan Mainan
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, secara terbuka menyampaikan komitmen pemerintah untuk segera melakukan peningkatan kualitas dan kapasitas tembok penahan arus sungai tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat struktur penahan sehingga mampu mengendalikan aliran air dan meminimalkan risiko luapan yang selama ini menjadi penyebab banjir.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga menyoroti kondisi sedimentasi di DAS Air Kotok yang semakin parah. Endapan lumpur, pasir, dan material lainnya di dasar sungai menyebabkan pendangkalan sehingga kapasitas tampung air berkurang. Kondisi ini mempercepat terjadinya luapan saat debit air meningkat.
"Sebagai solusi komprehensif, pemerintah memastikan akan melakukan normalisasi sungai bersamaan dengan peningkatan tembok penahan arus. Normalisasi ini mencakup pengerukan endapan material serta penataan aliran sungai agar kembali optimal dalam menampung dan mengalirkan air," ujar Gubernur Helmi Hasan.
Menurut rencana, proses pengerjaan proyek peningkatan infrastruktur dan normalisasi DAS Air Kotok akan mulai dilaksanakan pada minggu kedua April 2026.
"Kami menargetkan pekerjaan ini dapat berjalan tepat waktu agar dampaknya segera dirasakan masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi curah hujan tinggi di tahun ini," tambahnya.
Selain itu, Helmi Hasan juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam mengawasi jalannya proyek. Keterlibatan warga dinilai penting untuk memastikan transparansi serta kualitas pekerjaan di lapangan, sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.
"Mudah-mudahan dengan adanya peningkatan tembok penahan arus dan normalisasi sungai, risiko banjir di Desa Nangai Amen dan wilayah sekitarnya dapat ditekan secara signifikan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
