10 Sekolah di Lebong Disapu Banjir Bandang , Berikut Daftar Lengkap Sekolahnya
Salah satu Sekolah di Kabupaten Lebong yang mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir bandang Sore Minggu lalu--
LEBONG.RADARLEBONG.ID - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Lebong menyebabkan lumpuhnya aktivitas pendidikan di wilayah tersebut.
Sedikitnya 10 sekolah dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar. Penghentian ini dilakukan karena kondisi ruang kelas dan fasilitas pendidikan tidak memungkinkan digunakan setelah terendam air dalam skala cukup besar.
Peristiwa banjir tersebut terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan berdampak signifikan terhadap infrastruktur pendidikan. Air yang meluap tidak hanya merendam ruang belajar, tetapi juga merusak berbagai fasilitas penting seperti pagar sekolah, peralatan belajar, hingga perangkat elektronik.
Bahkan, banyak buku pelajaran siswa dan inventaris sekolah lainnya dilaporkan tidak dapat digunakan kembali karena rusak akibat terendam air dan lumpur.
BACA JUGA:Update Data Warga di 3 Kecamatan Terdampak Banjir Bandang Lebong Minggu 5 April 2026
Meski saat ini kondisi banjir telah berangsur surut, aktivitas pendidikan belum bisa kembali normal. Pihak sekolah bersama masyarakat dan instansi terkait masih melakukan pembersihan sisa material banjir berupa lumpur yang menutupi hampir seluruh area sekolah.
Proses pembersihan ini dinilai membutuhkan waktu karena ketebalan lumpur dan kerusakan yang terjadi cukup parah, sehingga keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi prioritas utama sebelum kegiatan belajar dimulai kembali.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebong, Fakhrurrozi, S.Sos, M.Si, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan resmi terdapat 10 sekolah terdampak banjir bandang.
Sekolah tersebut terdiri dari TK Harapan Bangsa di Kecamatan Lebong Utara, SDN 76 Lebong, SDN 13 Lebong, SDN 01 Lebong, SDN 31 Lebong, serta lima sekolah tingkat SMP yaitu SMPN 01 Lebong, SMPN 12 Lebong, SMPN 09 Lebong, SMP Muhammadiyah 05 Muara Aman, dan SMPN 03 Air Kopras.
"Mayoritas kerusakan terjadi pada sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar," kata Fakhrurrozi.
Tak hanya itu, Dampak banjir juga berimbas pada agenda akademik penting di tingkat SMP. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebong telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk menunda pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sebelumnya dijadwalkan pada 6 April.
"Penundaan ini dilakukan karena seluruh sekolah yang akan melaksanakan ujian berada dalam kondisi terdampak banjir, sehingga tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan ujian secara optimal dan adil," tegas Fakhrurrozi.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 9 Lebong, Rapanila, mengungkapkan bahwa air sempat merendam kawasan sekolah hingga mencapai ketinggian di atas lutut orang dewasa. Kondisi tersebut menyebabkan hampir seluruh ruang kelas dan fasilitas sekolah terdampak.
"Saat ini kami fokus melakukan pembersihan dan pemulihan fasilitas agar kegiatan belajar dapat segera dilanjutkan. Diharapkan proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga siswa tidak mengalami ketertinggalan pembelajaran yang terlalu jauh," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
