Waspada Campak pada Anak: Kenali Gejala, Cara Penanganan, dan Pentingnya Vaksinasi
ilustrasi Waspada Campak pada Anak: Kenali Gejala, Cara Penanganan, dan Pentingnya Vaksinasi-foto :istock-
JAKARTA.RADARLEBONG.ID – Penyakit campak kembali menjadi perhatian para orang tua.
Infeksi virus Morbillivirus ini dikenal sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Meski terdengar umum, pemahaman mendalam mengenai siklus gejala dan langkah pencegahan sangat krusial untuk melindungi buah hati.
Mengenal Gejala Campak: Lebih dari Sekadar Ruam
BACA JUGA: Dinkes Pastikan Lebong Aman dari Campak, Warga Diminta Tidak Lengah
Gejala campak biasanya tidak langsung muncul setelah terpapar, melainkan ada masa inkubasi sekitar 7 hingga 18 hari. Secara umum, perjalanan penyakit ini dibagi menjadi beberapa fase:
1. Fase Awal (Prodromal)
Anak akan mengalami demam tinggi yang bisa mencapai lebih dari 40°C, disertai batuk kering, pilek, serta mata yang merah dan berair (konjungtivitis).
2. Bercak Koplik
Ciri khas yang sering terlewatkan adalah munculnya Koplik’s Spot, yaitu bercak putih keabuan dengan dasar merah di area pipi bagian dalam.
3. Fase Ruam
Sekitar 3–4 hari setelah gejala awal, ruam merah mulai muncul. Ruam ini memiliki pola penyebaran yang unik: bermula dari belakang telinga dan wajah, kemudian menyebar ke leher, badan, hingga ujung tangan dan kaki.
Bagaimana Campak Menular?
Virus campak menular melalui percikan ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Selain itu, virus ini bersifat airborne, artinya dapat bertahan di udara. Masa paling kritis penularan adalah empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam menghilang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
