Ratusan Rumah Terdampak Banjir di Lebong, Desa Lemeu Terparah
Ratusan Rumah Terdampak Banjir di Lebong, Desa Lemeu Terparah--
LEBONG.RADARLEBONG.ID - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Lebong pada Minggu sore (5/4) mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah.
Luapan Sungai Air Kotok yang melintasi Kecamatan Amen, khususnya di Desa Nangai Tanyau, memicu terjadinya banjir bandang yang berdampak luas terhadap permukiman warga.
Peristiwa banjir ini terjadi setelah hujan turun selama beberapa jam dengan intensitas tinggi. Air sungai yang tidak mampu menampung debit hujan akhirnya meluap ke pemukiman warga, terutama di daerah yang berada di bantaran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan ratusan rumah terdampak banjir dengan ketinggian air yang berbeda-beda di setiap lokasi.
Beberapa desa yang dilaporkan terdampak antara lain Desa Lemeu dan Desa Embong di Kecamatan Uram Jaya, Desa Nangai Amen di Kecamatan Lebong Utara, serta Desa Karang Anyar dan Semelako di Kecamatan Lebong Tengah.
Di wilayah-wilayah tersebut, aktivitas masyarakat terganggu karena genangan air yang masuk hingga ke dalam rumah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebong, Saprul, menyampaikan bahwa hingga saat ini wilayah yang paling parah terdampak adalah Desa Lemeu.
Berdasarkan pemantauan sementara, ketinggian air di desa tersebut telah mencapai paha orang dewasa.
"Desa Lemeu itu untuk sementara paling dalam, sudah sepaha," kata Saprul.
Ia menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya curah hujan serta meluapnya aliran Sungai Air Kotok yang mengalir di sejumlah kecamatan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
"Untuk di bantaran Sungai Air Kotok, itu penting untuk kita himbau dan kita lakukan pemantauan sebab sudah mengalami luapan cukup besar," ujar Saprul.
Saat ini, tim BPBD Kabupaten Lebong bersama instansi terkait telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan secara langsung. Petugas juga bersiaga di sejumlah titik rawan guna memastikan kondisi tetap terkendali serta melakukan langkah cepat apabila terjadi peningkatan debit air.
Selain melakukan pemantauan, BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk mendata jumlah warga terdampak serta kebutuhan mendesak di lapangan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan darurat agar bantuan dapat segera disalurkan secara tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Namun, warga diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika kondisi banjir semakin memburuk.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko yang lebih besar. BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi bencana.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
