PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Objek Wisata Lebong Ramai Pengunjung, Pengelola Jangan Lupa Setoran PAD Wisata

Objek Wisata Lebong Ramai Pengunjung, Pengelola Jangan Lupa Setoran PAD Wisata

Wisatawan dalam daerah maupun luar daerah saat menikmati wisata air putih pada libur lebaran idul fitri 1447 Hijriah 2026 berapa waktu lalu.-foto :amri rakhmatullah/radarlebong-

LEBONG.RADARLEBONG.IDObjek Wisata ramai dikunjungi oleh wisatawan dalam daerah maupun luar daerah saat libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah 2026.

Tetapi di balik meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke objek wisata tersebut muncul sorotan tajam dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Lebong terkait kewajiban setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hingga kini belum sepenuhnya dipenuhi oleh para pengelola.

Sekretaris Disparpora Kabupaten Lebong, Agus Suryadi, SE, menyampaikan, meminta para pengelola objek wisata Air Putih, Danau Picung, dan Pulau Harapan untuk segera menyetorkan PAD yang diperoleh selama tiga bulan terakhir.

Permintaan ini bukan tanpa dasar, mengingat ketiga objek wisata tersebut telah memiliki perjanjian kontrak yang mengatur kewajiban penyetoran PAD setiap triwulan.

BACA JUGA:Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran, Pemkab Lebong Optimistis PAD 2026 Tembus Target

Ia juga menegaskan bahwa kepatuhan terhadap kontrak menjadi hal mutlak, terlebih dalam momentum meningkatnya kunjungan wisatawan yang seharusnya berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah. 

“Kami (Disparpora Lebong,red) mengingatkan pengelola agar segera menyelesaikan kewajibannya. Ini bukan sekadar administrasi, tetapi bentuk komitmen terhadap daerah," sampainya.

Lebih jauh Agus, mengatakan, sesuai data yang dihimpun, target PAD yang telah disepakati masing-masing objek wisata cukup bervariasi. Untuk objek wisata Air Putih ditargetkan menyumbang PAD Rp50 juta, Danau Picung sebesar Rp15 juta, dan Pulau Harapan Rp5 juta per tahun.

"Target sudah ditentukan sesuai aturan yang ada, dan sudah disepakati oleh pengelola objek wisata," katanya.

Lanjut Agus menjelaskan, dengan membludaknya jumlah pengunjung selama libur Lebaran idul fitri 1447 hijriah 2026, Disparpora Lebong menilai target tersebut sangat realistis, bahkan berpotensi terlampaui. Lonjakan wisatawan yang signifikan selama musim liburan menjadi indikator bahwa sektor pariwisata Lebong memiliki potensi besar dalam mendongkrak PAD. 

"Namun, potensi tersebut dinilai belum optimal jika tidak diimbangi dengan kepatuhan pengelola dalam memenuhi kewajiban finansial kepada pemerintah daerah," jelasnya.

Di sisi lain, Agus berharap pengelolaan objek wisata tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memperhatikan aspek transparansi dan akuntabilitas. Sebab, PAD yang dihasilkan akan kembali digunakan untuk pembangunan daerah, termasuk peningkatan fasilitas wisata itu sendiri. Momentum libur Lebaran seharusnya menjadi titik balik bagi pengelolaan pariwisata yang lebih profesional di Lebong. 

"Dengan sinergi antara pemerintah dan pengelola, sektor pariwisata diyakini mampu menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah, bukan sekadar potensi yang terus berulang tanpa kontribusi maksimal," ungkapnya.

Ditambahkan Agus, Disparpora Lebong juga mengingatkan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil langkah tegas apabila pengelola lalai dalam menyelesiakan kewajibannya yaitu menyetorkan PAD sesuai perjanjian. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: