PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

105 Ribu Kendaraan Operasional untuk Koperasi Merah Putih,Ini Penjelasan Kemenkop

105 Ribu Kendaraan Operasional untuk Koperasi Merah Putih,Ini Penjelasan Kemenkop

105 Ribu Kendaraan Operasional untuk Koperasi Merah Putih,Ini Penjelasan Kemenkop-foto :dok/radarlebong-

RADARLEBONG.ID-Kementerian Koperasi (Kemenkop) melalui PT Agrinas Pangan Nusantara akan mendatangkan kendaraan operasional berupa truk dan mobil pikap dari India untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Total sebanyak 105.000 kendaraan disiapkan, terdiri dari truk dan pikap yang nantinya digunakan untuk menunjang aktivitas distribusi dan logistik Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Kendaraan operasional ini terdiri dari 35.000 pikap Mahindra, 35.000 pikap Tata Motor, dan 35.000 truk Tata, dengan 1.200 unit sudah berada di Indonesia. 

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan kendaraan asal India dipilih karena dinilai memiliki kualitas yang baik dengan harga yang relatif terjangkau.

"India bagus-bagus saja, harganya relatif murah. India setahu kami memproduksi industri kendaraan bermotornya juga bagus, ada motor seperti Harley, Royal Enfield, itu India," kata Ferry saat ditemui di Kota Bandung, Minggu (29/3/2026) dilansir dari jpnn.com

BACA JUGA:Perbandingan Pikap India dengan Pikap Lokal Indonesia

"India merupakan salah satu negara penghasil industri otomotif terbaik," lanjutnya.  Menurut Ferry, setiap KDMP nantinya akan dilengkapi kendaraan operasional, minimal satu unit truk, satu pikap, dan sepeda motor untuk menunjang kegiatan usaha di tingkat desa dan kelurahan. Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan penggunaan kendaraan dari industri otomotif dalam negeri.

"Kami memang harus prioritaskan industri otomotif nasional, artinya industri-industri yang sudah terlanjur investasi di sini. Sekiranya kurang, kami boleh ambil dari negara manapun," ungkapnya. "Karena terlanjur, kami penuhi dulu, sisanya kami sudah bicara dengan Menteri Perindustrian dan GAIKINDO dan kami akan prioritaskan industri otomotif kita yang sudah terbangun," ungkapnya.

Ia juga membuka peluang penggunaan kendaraan dari negara lain selain India, selama kebutuhan operasional KDMP belum sepenuhnya terpenuhi. Selain kendaraan, politisi Gerindra itu mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam operasional KDMP, seperti ketersediaan listrik dan jaringan internet di sejumlah wilayah.

"Kami carikan solusi dengan bangun PLTS mini setengah mega, kemudian dikelola oleh koperasi. Untuk desa dan kelurahan yang tidak memiliki akses internet kami sudah rapat dengan Komdigi, Telkom dan Telkomsel," jelasnya. Ia menambahkan, keterbatasan listrik di beberapa daerah saat ini masih diatasi dengan penggunaan genset berbahan bakar solar, meski dinilai kurang efisien.

"Yang disebut enggak ada listrik itu mereka gunakan solar, tapi daya tahan hanya 4-5 jam dan tentu mahal. Memang diperlukan terobosan, kami sudah bicara dengan PLN dan New Pertamina Mobile Energy membuat PLTS mini itu. Jumlahnya banyak, apalagi desa dan kelularahan ada di pulau-pulau," tuturnya. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: