Antisipasi Diare Pasca Lebaran, Seluruh Puskesmas Diminta Tetap Siaga
Antisipasi Diare Pasca Lebaran, Seluruh Puskesmas Diminta Tetap Siaga-foto :amri rakhmatullah/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.ID -Dalam langkah antisipatif terhadap potensi meningkatnya kasus diare pasca lebaran hari raya Idulfitri 1447 Hijriah 2026. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong menginstruksikan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berada di Kabupaten Lebong untuk tetap siaga memberikan pelayanan kesehatan kedapa masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Lebong, Rachman, SKM, menyampaikan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan lonjakan kasus.
Dalam hal ini seluruh Puskesmas diinstruksikan untuk tetap siaga. Pasalnya pasca Lebaran kerap diiringi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Makanan bersantan, pedas, serta kurangnya perhatian terhadap kebersihan makanan dan minuman menjadi faktor utama yang dapat memicu gangguan pencernaan, termasuk diare.
BACA JUGA:Jalan Provinsi di Talang Ratu Terancam Putus, Pemkab Lebong Segera Koordinasi
Biasanya setelah Lebaran masyarakat cenderung mengonsumsi makanan yang beragam dan tidak terkontrol. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan, terutama saluran pencernaan.
'Maka dari itu, saya meminta seluruh Puskesmas untuk siaga dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” sampainya.
Lanjut Rachman, mengatakan, Dinkes Lebong juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan sebelum makan, menggunakan air bersih, serta menjaga sanitasi lingkungan.
Upaya ini merupakan bagian dari langkah preventif pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat pasca Lebaran.
"Dengan kesiapsiagaan yang optimal dari Puskesmas serta kesadaran masyarakat, diharapkan potensi peningkatan kasus diare dapat ditekan," katanya.
Lebih jauh Rachman, menjelaskan kesiapsiagaan tersebut meliputi penyediaan obat-obatan yang cukup, peningkatan pelayanan kesehatan, serta pemantauan aktif terhadap kasus yang muncul di masyarakat. Selain itu, tenaga kesehatan juga diminta untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan makanan dan lingkungan.
“Pastikan makanan yang dikonsumsi masih layak dan higienis. Jika mengalami gejala seperti buang air besar terus-menerus, mual, atau muntah, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” ungkapnya.
Rachman, memastikan bahwa Dinkes Lebong akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap mengambil langkah cepat jika terjadi peningkatan kasus secara signifikan.
Selain itu juga, ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan sisa Lebaran yang tidak disimpan dengan baik. Makanan yang sudah basi atau terkontaminasi bakteri berisiko tinggi menyebabkan diare, terutama pada anak-anak dan lansia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
