PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Libatkan Pihak Ketiga, Lebong Optimistis Tekan Angka Stunting di 2026

Libatkan Pihak Ketiga, Lebong Optimistis Tekan Angka Stunting di 2026

Wakil Bupati Lebong, Bambang Agus Suprabudi, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), menjelaskan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh -foto :amri rakhmatullah/radarlebong-

LEBONG.RADARLEBONG.ID - Pemerintah Kabupaten Lebong terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting dengan melibatkan berbagai pihak di luar pemerintah.

Melalui program Gerakan Orang Tua Asuh, pemerintah daerah menggandeng pihak ketiga serta membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pemenuhan gizi anak.

Program ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan, yang merupakan periode krusial dalam tumbuh kembang anak.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan penanganan stunting yang tengah digencarkan oleh Pemkab Lebong sepanjang tahun 2026.

BACA JUGA:Usai Libur Idulfitri 1447 H, ASN Pemkab Lebong WFA Pada Hari Rabu, Kamis, Jumat

Dengan menggandeng pihak ketiga, pemerintah berharap intervensi yang dilakukan tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, tetapi juga mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan program serta memastikan bantuan tepat sasaran kepada keluarga yang membutuhkan.

Wakil Bupati Lebong, Bambang Agus Suprabudi, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), menjelaskan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh dirancang sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan generasi. Dalam skema ini, para “orang tua asuh” akan membantu orang tua kandung dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, baik melalui bantuan langsung maupun dukungan lainnya yang berkelanjutan.

Menurutnya, Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan pejabat atau instansi pemerintah, tetapi terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pengusaha, petani, hingga individu yang memiliki kemampuan finansial didorong untuk ikut ambil bagian. 

"Dengan keterlibatan yang luas, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara kolektif dan berkesinambungan," ujarnya.

Ia menegaskan, salah satu fokus utama program ini adalah memastikan tidak ada lagi ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi.

Pasalnya, kondisi tersebut menjadi faktor utama yang dapat memicu terjadinya stunting pada anak sejak lahir. Oleh karena itu, intervensi sejak dini dinilai sangat penting untuk memutus rantai stunting antar generasi.

"Tak hanya itu, Pemkab Lebong juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pola asuh yang tepat. Upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, pendampingan keluarga, serta penguatan peran tenaga kesehatan di lapangan," tambahnya.

Bambang menambahkan, Pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat. Dengan adanya Gerakan Orang Tua Asuh yang melibatkan banyak pihak, Pemkab Lebong optimistis dapat menurunkan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. 

"Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diyakini menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: