PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Awal 2026 Sudah 26 Warga Lebong Digigit HPR, Stok Vaksin Rabies Masih Kosong

Awal 2026 Sudah 26 Warga Lebong Digigit HPR, Stok Vaksin Rabies Masih Kosong

ilustrasi Awal 2026 Sudah 26 Warga Lebong Digigit HPR, Stok Vaksin Rabies Masih Kosong-foto :tangkapan layar/youtube-

LEBONG.RADARLEBONG.ID - Kasus gigitan hewan pembawa rabies (HPR) kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten LEBONG. Dinas Kesehatan Kabupaten LEBONG mencatat sejak 1 Januari hingga 24 Februari 2026 telah terjadi 26 kasus gigitan HPR yang menimpa masyarakat.

Dari jumlah tersebut, 10 kasus disebabkan gigitan kucing dan 16 kasus akibat gigitan anjing.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena hingga kini stok vaksin anti rabies (VAR) di Kabupaten Lebong masih dalam keadaan kosong.

Akibatnya, penanganan lanjutan terhadap korban gigitan belum dapat dilakukan secara maksimal. Padahal, vaksinasi pasca gigitan merupakan langkah penting untuk mencegah infeksi virus rabies yang berpotensi fatal.

BACA JUGA:Marhaban Yaa Ramadan 1447 H, Wabup Lebong : Bulan Penuh Berkah

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebong, Evan Martha, menjelaskan bahwa kekosongan stok vaksin terjadi karena usulan kebutuhan vaksin tahun 2026 yang diajukan ke pemerintah provinsi belum terealisasi. 

"Saat ini stok vaksin HPR di Lebong masih kosong. Kami sudah mengusulkan kebutuhan untuk tahun 2026, namun belum dipenuhi," ujarnya.

Secara kumulatif, angka 26 kasus dalam waktu kurang dari dua bulan menunjukkan tingginya potensi paparan rabies di daerah tersebut.

Jika dibandingkan dengan data tahun 2025, sepanjang tahun lalu tercatat sebanyak 225 kasus gigitan HPR di Lebong. Data tersebut mengindikasikan bahwa ancaman gigitan hewan penular rabies masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius.

Rabies sendiri merupakan penyakit infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Penularan umumnya terjadi melalui gigitan hewan yang terinfeksi, terutama anjing dan kucing. Oleh karena itu, ketersediaan vaksin menjadi faktor krusial dalam upaya pencegahan kasus fatalitas.

Evan menegaskan, sembari menunggu pasokan vaksin tersedia, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga yang memiliki hewan peliharaan diimbau untuk mengawasi dan memastikan hewan tidak berkeliaran bebas tanpa pengawasan.

Selain itu, vaksinasi rutin terhadap hewan peliharaan menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan guna menekan potensi penyebaran virus rabies.

"Kami berharap masyarakat yang memiliki HPR lebih waspada dan rutin melakukan vaksinasi hewan peliharaan. Dengan begitu, penyebaran virus rabies bisa dihindari," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: