VIRAL! Benarkah Menonton Video TikTok Dibayar hingga Rp10 Juta? Ini Fakta Sebenarnya
VIRAL! Benarkah Menonton Video TikTok Dibayar hingga Rp10 Juta? Ini Fakta Sebenarnya-foto :tangkapan layar/youtube-
RADARLEBONG.ID-Viral klaim menonton video TikTok dibayar hingga Rp10 juta. Simak fakta sebenarnya, penelusuran fitur resmi TikTok, ciri-ciri penipuan, dan cara menghindari scam tonton video berbayar.
Klaim Viral “Tonton Video dan Dibayar” dengan Saldo Rp10,4 Juta
Sejumlah video yang beredar di media sosial mengklaim bahwa pengguna bisa mendapatkan bayaran hanya dengan menonton video di TikTok.
Dalam tayangan tersebut, terlihat tampilan fitur bertuliskan “Tonton video dan dibayar” disertai saldo mencapai Rp10,4 juta. Angka ini tentu menggiurkan, terutama bagi pengguna yang terbiasa melakukan aktivitas scroll video setiap hari.
BACA JUGA:Cara Maksimalkan Earning Ecoseed Biar Hasilnya Terasa dan Tetap Waspada Risiko
Narasi yang dibangun memperlihatkan seolah-olah fitur tersebut tersedia di dalam aplikasi dan dapat diakses melalui menu tertentu, seperti opsi tambahan, jadwal postingan, hingga pengaturan bahasa. Klaim tersebut menyebutkan bahwa pengguna hanya perlu mengaktifkan fitur tertentu agar bisa langsung memperoleh penghasilan.
Namun, setelah ditelusuri melalui menu resmi di aplikasi TikTok, tidak ditemukan fitur bernama “tonton video dan dibayar” yang tersedia secara umum untuk semua akun.
Penelusuran Menu Resmi TikTok: Tidak Ada Fitur Bayaran untuk Penonton
Pada bagian pengaturan postingan, pengguna hanya menemukan opsi seperti jadwal posting, pemilihan bahasa, serta pengaturan konten tertentu. Tidak terdapat menu resmi yang menyatakan pengguna akan dibayar hanya dengan menonton video.
Beberapa komentar dari warganet juga menunjukkan kebingungan serupa. Ada yang mengaku memiliki opsi tambahan, tetapi tidak menemukan fitur yang dimaksud. Hal ini mengindikasikan bahwa fitur tersebut tidak konsisten muncul dan bukan bagian dari sistem monetisasi resmi platform.
Dalam praktiknya, sistem monetisasi di TikTok umumnya diperuntukkan bagi kreator konten melalui program tertentu, bukan bagi penonton pasif yang hanya menyaksikan video.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
