PASANG IKLAN ONLINE AGUSTUS

Kenapa Popularitas Toyota Avanza Menurun di Pasar Otomotif Indonesia

Kenapa Popularitas Toyota Avanza Menurun di Pasar Otomotif Indonesia

Kenapa Popularitas Toyota Avanza Menurun di Pasar Otomotif Indonesia--

RADARLEBONG.ID-Toyota Avanza generasi pertama dirilis pada tahun 2003 dan langsung menjadi fenomena di pasar otomotif Indonesia. Dengan desain futuristik yang menyegarkan dibanding MPV lain saat itu, Avanza berhasil memikat konsumen dari berbagai kalangan.

Harga yang terjangkau, bersaing dengan Suzuki APV, membuat mobil ini cepat menjadi pilihan utama bagi masyarakat. Dalam beberapa tahun, Avanza bahkan mampu menggeser Kijang Innova sebagai mobil idola papan atas.

Selama periode 2003–2010, Avanza menawarkan mesin K3DE 1300 cc non VVTi dan K3VE VVTi pada tipe 1.3G, serta varian 1.5 tipe S dengan mesin 3SZ-VE.

Meskipun tenaga mesin relatif standar, kombinasi harga, desain, dan fitur membuat Avanza tetap laris manis.

BACA JUGA:Kenapa Harga Mobil Bekas Sekarang Tidak Relevan? Analisis Xpander 2018, Ertiga 2018, dan Avanza

Perubahan Generasi Kedua dan Dampaknya

Pada tahun 2011, Toyota memperkenalkan Avanza generasi kedua dengan pembaruan desain pada headlamp, mesin, dan fitur. Meski perubahan tidak ekstrem, generasi kedua tetap mendominasi penjualan pasar selama lebih dari satu dekade. Dominasi ini membuat Avanza menjadi andalan sebagai mobil pribadi, armada perusahaan, taksi, dan travel antar daerah.

Avanza Generasi Ketiga: Transformasi Desain dan Sistem Penggerak

Generasi ketiga Avanza menghadirkan perubahan radikal, termasuk transisi dari penggerak roda belakang (RWD) ke roda depan (FWD). Desain mobil tampil lebih futuristik dengan fitur lebih lengkap, namun transformasi ini tidak sepenuhnya disambut positif oleh konsumen menengah yang sebelumnya menjadi basis utama Avanza.

Penurunan Penjualan dan Pergeseran Pasar

Data penjualan terbaru menunjukkan tren menurun. Pada tahun 2023, Toyota Innova menjadi mobil terlaris dengan 66.460 unit, diikuti Honda Brio (62.195 unit), Sigra (61.754 unit), dan Avanza di urutan keempat dengan 59.543 unit. Tren ini berlanjut hingga 2024.

Beberapa faktor utama penurunan penjualan Avanza antara lain:

1. Harga dan Ketersediaan Alternatif

Meski Avanza generasi ketiga relatif terjangkau, harga versi terendah Rp239,7 juta dirasa lebih tinggi dibandingkan beberapa pesaing sekelas seperti Mitsubishi Xpander yang dijual mulai Rp265 jutaan. Selain itu, mobil LCGC menawarkan harga lebih ekonomis dengan desain yang semakin menarik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: