Registrasi SIM Card Biometrik Jadi Wajib, Ini Risiko Besar Jika Diabaikan
Registrasi SIM Card Biometrik Jadi Wajib, Ini Risiko Besar Jika Diabaikan -foto :tangkapan layar/youtube-
RADARLEBONG.ID-Registrasi SIM Card kini tidak lagi sekadar memasukkan NIK dan nomor Kartu Keluarga. Pemerintah mulai menerapkan sistem identitas biometrik, seperti pemindaian wajah atau sidik jari, untuk memastikan nomor ponsel benar-benar terdaftar atas nama pemilik yang sah.
Kebijakan ini diterapkan untuk memperkuat keamanan dan menekan penyalahgunaan nomor seluler yang kerap digunakan untuk penipuan, spam, hingga kejahatan digital lainnya.
Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap registrasi biometrik sebagai proses yang merepotkan, padahal melewatkannya justru bisa menimbulkan berbagai masalah serius.
Jika registrasi SIM Card dengan identitas biometrik tidak dilakukan, dampaknya bisa langsung terasa dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari komunikasi yang terganggu hingga urusan digital yang ikut terhambat.
BACA JUGA:Cara Ubah SIM dan STNK dari Rumah dengan Aplikasi SINAR
Berikut sejumlah risiko yang bisa kamu hadapi jika tidak melakukan registrasi biometrik SIM Card:
Nomor berpotensi diblokir
Operator seluler berhak membatasi layanan pada nomor yang tidak terverifikasi secara lengkap. Awalnya mungkin hanya SMS dan panggilan yang terganggu, namun dalam jangka waktu tertentu, akses internet juga bisa dihentikan, bahkan nomor dapat diblokir permanen.
Tidak bisa menerima kode OTP
Hampir semua layanan digital saat ini mengandalkan One Time Password (OTP) untuk login atau verifikasi transaksi. Jika nomor bermasalah, kode OTP tidak akan masuk. Akibatnya, akses ke akun media sosial, email, hingga aplikasi keuangan bisa terkunci.
Transaksi digital terhambat
Dompet digital, mobile banking, dan layanan belanja online sangat bergantung pada nomor ponsel yang aktif dan valid. Jika SIM Card diblokir, transaksi bisa gagal dan urusan sederhana berubah menjadi proses panjang yang menyita waktu.
Risiko penyalahgunaan data meningkat
Nomor yang tidak terverifikasi biometrik lebih rentan disalahgunakan untuk tindakan penipuan. Jika data jatuh ke tangan pihak tidak bertanggung jawab, dampaknya bukan hanya merugikan orang lain, tetapi juga bisa menyeret pemilik nomor ke masalah hukum atau finansial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
