Apa yang Terjadi pada Mobil Listrik Setelah 10 Tahun Pemakaian
Apa yang Terjadi pada Mobil Listrik Setelah 10 Tahun Pemakaian--
RADARLEBONG.ID-Dalam industri otomotif, usia 10 tahun merupakan titik krusial di mana kendaraan mulai keluar dari kondisi standar pabrik.
Pada mobil konvensional, fase ini identik dengan penurunan kompresi mesin, peningkatan konsumsi bahan bakar, transmisi yang mulai kasar, serta biaya perawatan yang semakin terasa.
Mobil listrik berada pada jalur penuaan yang berbeda karena tidak bergantung pada proses mekanik kompleks berbasis pembakaran.
Pola Penuaan Mobil Listrik yang Bersifat Elektrik
BACA JUGA:Alasan Toyota Kijang Super Dikenal Mobil Bandel, Tangguh dan Serbaguna
Mobil listrik tidak menua secara mekanis, melainkan secara elektrik. Komponen utama yang mengalami penuaan adalah baterai, namun penuaan ini bersifat gradual dan dapat diprediksi. Baterai tidak rusak mendadak, melainkan mengalami degradasi kapasitas seiring waktu dan siklus penggunaan.
Degradasi Baterai dan Siklus Kimia
Setiap proses pengisian, pengosongan, pemanasan, dan pendinginan baterai memicu perubahan mikrostruktur kimia. Fenomena ini dikenal sebagai cycle aging dan calendar aging. Data lapangan global menunjukkan tingkat degradasi rata-rata sekitar 1–3% per tahun, sehingga setelah 10 tahun kapasitas baterai yang tersisa berada di kisaran 65–80%.
Dampak Degradasi terhadap Pengalaman Berkendara
Penurunan kapasitas baterai berdampak langsung pada jarak tempuh. Mobil tetap dapat digunakan, namun fleksibilitas perjalanan berkurang. Pengemudi perlu melakukan perencanaan rute yang lebih matang, dan rasa percaya diri saat melakukan perjalanan jarak jauh ikut menurun.
Perilaku Pengguna sebagai Faktor Percepatan Kerusakan
Banyak kasus degradasi baterai yang lebih cepat bukan disebabkan oleh usia, melainkan kebiasaan pengguna. Praktik seperti pengisian cepat setiap hari, mengisi baterai hingga 100% secara terus-menerus, membiarkan baterai kosong dalam waktu lama, serta memarkir kendaraan di suhu ekstrem terbukti mempercepat penurunan kesehatan baterai. Kurangnya edukasi menjadi faktor utama munculnya pola penggunaan yang tidak ideal.
Realita Biaya Penggantian dan Perbaikan Baterai
Baterai sering dianggap sebagai komponen paling mahal pada mobil listrik. Secara teknis, baterai terdiri dari modul-modul terpisah. Dalam banyak kasus, kerusakan hanya terjadi pada sebagian modul, sehingga memungkinkan perbaikan parsial tanpa perlu mengganti seluruh unit. Selain itu, tren harga baterai menunjukkan penurunan signifikan dalam satu dekade terakhir dan diproyeksikan terus turun, sehingga biaya di masa depan tidak dapat disamakan dengan kondisi saat ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
