Pemerintah Masih Kucurkan BLT di 2023, Tapi Khusus Masyarakat Miskin Ekstrem

Pemerintah Masih Kucurkan BLT di 2023, Tapi Khusus Masyarakat Miskin Ekstrem

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lebong, Reko Haryanto, S.Sos, M.Si-Foto Adrian Roseple/radarlebong-redaksi

LEBONG, RADARLEBONG.ID - Pemerintah pusat melalui Kementerian PDTT masih akan mengucurkan BLT di tahun 2023 mendatang.

Namun, dengan pola yang berbeda yakni BLT kemiskinan ekstrim.

Perubahan tersebut akan  membuat berkurangnya jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di setiap desa dalam Kabupaten Lebong.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lebong, Reko Haryanto, S. Sos, M. Si mengatakan program bantuan langsung tunai atau BLT DD ditahun 2023 mendatang akan diganti menjadi BLT kemiskinan ekstrim.

BACA JUGA:Berkah Tahun Baru 2023, KIS BPJS Kesehatan Bagi-bagi Bansos, JKN Banyak Menolong Rakyat Indonesia

Yang mana  penerima hanya untuk masyarakat miskin kategori ekstrim. Artinya bagi masyarakat diluar kategori yang dimaksud tidak akan mendapatkan batuan tersebut.

"Jadi, mulai tahun depan program BLT DD hanya akan disalurkan kepada masyarakat miskin ekstrim," kata Reko.

Untuk nilai bantuan yang diterima oleh masing-masing KPM nantinya masih sama yakni Rp 300 ribu per bulan.

Sementara untuk penerimanya adalah keluarga berstatus miskin ekstrim yakni berpenghasilan dibawah Rp 11.633 rupiah per hari.

BACA JUGA:Bansos 2023 Dikabarkan Akan Dihapus, Dinas Sosial Lebong Tunggu Petunjuk

"Yang dimaksud masyarakat miskin ekstrim adalah masyarakat yang berpenghasilan dibawah Rp11.633 rupiah per hari, " jelasnya.

Reko menambahkan, jika tidak ada batasan persentase dana desa yang boleh digunakan untuk program BLT kemiskinan ekstrim.

Artinya bisa  saja satu desa menggunakan lebih dari 40 persen dana desa untuk program BLT jika memang ada penerima yang sesuai kriteria.

Di samping itu bisa juga satu desa tidak menyalurkan sama sekali, karena memang tidak ada warga miskin ekstrim disuatu desa.

"Jumlah masyarakat yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstreem sangatlah sedikit dibanding penerima BLT tahun 2022. Bahkan diprediksi  jumlah tersebut tak mencapai 5 persen dari total jumlah masyarakat Lebong, " pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: